Study Room with DIY Striped Wall

By 9/01/2015 , , , , , , , , , , , ,


Sudah hampir 8 bulan saya tinggal di rumah ini dan masih merasa banyak bagian yang kosong alias belum terisi. Memang alokasi budget untuk mengisi rumah saya prioritaskan untuk ruangan-ruangan penting saja seperti kamar tidur utama, family room, dapur bersih dan pantry. Sisanya either diisi dengan perabot seadanya atau malah kosong sama sekali.

Bulan Mei lalu bertepatan dengan birthday & wedding anniversary saya, suami belum sempat memberi kado apa-apa. Ketika cuci mata di toko furniture favorit di Kemang Selatan, Cayenne Home, saya kok naksir working desknya ya. Materialnya kayu jati finishing natural, desain modern yang pasti bakal cocok dengan interior di rumah, plus lagi diskon ketika itu. Langsung deh saya menagih hadiah yang tertunda hehe. Pas banget ternyata suami suka sama desainnya, dan kita memang sudah butuh working desk yang proper karena selama ini dia suka bawa kerjaan ke rumah dan sulit berkonsentrasi kerja di bar table tempat kita biasa makan karena pasti bakal digangguin Gemma hehe. Saya sendiri merasakan susahnya kerja di rumah tanpa meja & ruangan yang mendukung. Niatannya semoga kami berdua makin produktif dengan kehadiran working desk baru di rumah.

Working desk baru saya tempatkan di ruang keluarga lantai 2 yang belum ada isinya sama sekali. Rencananya ruang tersebut akan saya jadikan home office area dan mini library. Kursinya saya beli di Informa, replika Eames chair alias kursi sejuta umat. Cukup comfy untuk duduk lama dan desainnya sudah pasti saya suka, Scandinavian banget!

Tapi kok masih keliatan sepi banget ya ruangannya. Padahal saya sengaja pilih kursi warna kuning untuk membuat suasana makin meriah. Hmmm, apa harus pakai wallpaper Goodrich lagi dindingnya? Tapi harga wallpapernya aja bisa lebih mahal daripada meja kerja & kursinya LOL. Lagipula ini bukan ruangan utama jadi rasanya sayang kalau spend too much money in this area. Berbekal Pinterest dan google sana-sini akhirnya saya mendapatkan ide untuk mengecat satu sisi dinding motif striped dengan warna navy blue & putih yang kontras dengan kursi kuning saya.

Semua peralatan mengecat saya beli di toko cat di Panglima Polim (lupa namanya). Peralatannya antara lain:
                 - 1 kaleng cat ukuran medium Dulux Pentalite warna navy blue
                 - 1 kaleng cat ukuran medium Dulux Pentalite warna putih
                 - 1 set tray, kuas & roller
                 - stik untuk roller
                 - amplas
                 - masking tape

 Total damage less than 500K. Jauuuh lebih murah dari wallpaper Goodrich idaman (tetep). Nah untuk biaya tukang catnya ini paling mahal karena mempekerjakan suami sendiri haha. Sekali lagi suami ingin membuktikan kepiawaiannya sebagai handy daddy, jadi dia bersedia menerima tantangan mengecat dinding yang sama sekali belum pernah dilakukannya (padahal males cari tukang cat yang terampil). :p

Tutorial mengecat dinding stripey sebenarnya banyak bertebaran di internet. Diantaranya:

Yang membuat saya ragu, semuanya memakai painter's tape yang memang khusus untuk cat, bukan masking tape alias selotip kertas biasa. Saya sempat berkeliling ke beberapa Ace Hardware tapi stok painter's tape sedang kosong. Bermodal nekat dan bismillah akhirnya suami menggunakan jatah weekend leyeh-leyehnya sehari untuk mengecat sementara saya jadi mandornya. :p

kondisi dinding sebelum dicat
dinding dicat putih sebanyak 2x untuk hasil maksimal
salah satu bagian tersulit, membuat pola garis-garis dengan pensil & penggaris, lalu ditutup masking tape. handy daddy yang berdedikasi xD
setelah cat navy blue dipulas sebanyak 2x
hasil akhir tadaaa
Susah? Lebih susah dari yang kita perkirakan. Puas? Errrrr, harusnya bisa lebih baik lagi. Kapok? Nggak, malah tambah bikin penasaran :D

Kalau di-zoom in sebenarnya hasilnya masih jauh dari rapi karena ketika kita melepas masking tape-nya saat cat sudah setengah kering (menurut tips2 dari internet), ternyata catnya meleber kemana-mana! Bahkan merusak cat eksisting pada ceiling. :( Memang harusnya saya bersabar sampai mendapatkan painter's tape yang tepat ketimbang harus gambling dengan selotip kertas. 

There's always first time for everything but we can't wait to start another DIY project! Transformasi study room kami sudahi dulu saat ini. Ke depannya saya berencana menambah rak buku dan soda yang nyaman untuk mini library. Nah untuk DIY project selanjutnya, saya dan suami berencana mengecat kamar untuk Gemma karena kita menargetkan supaya Gemma menempati kamarnya sendiri sebelum saya melahirkan anak kedua, which is in another 2 months. Doakan proyek berikutnya sukses yaaa!

You Might Also Like

6 comments

  1. Cantiiikkk.... dindingnya dan mejanya dan kursinya daan pokoknya suka sama kreasinya mba :)

    ReplyDelete
  2. Bulan Mei lalu bertepatan dengan birthday & wedding anniversary saya, suami belum sempat memberi kado apa-apa. Ketika cuci mata di toko furniture favorit di Kemang Selatan, Cayenne Home, saya kok naksir working desknya ya. Materialnya kayu jati finishing natural, desain modern yang pasti bakal cocok dengan interior di rumah,
    visit : jual atap pvc

    ReplyDelete
  3. Jadi kangen kamar kos2an, dicat strip pink dan kuning haha

    ReplyDelete

Comment